Tiga Wujud Utama Akhlak Mulia Nabi Muhammad SAW yang Patut Diterapkan Masyarakat Sehari-hari, "Busrul Wajhi, Badzlul Nada, Kafful Adza"
PEMALANG – Umat Islam diajak untuk menjadikan momentum bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai ajang memperkuat ketakwaan serta meneladani kemuliaan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Casmito saat bertindak sebagai khatib dalam ibadah shalat Jumat di Masjid Al-Barokah, Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jumat (4/9/2026).
Mengawali khotbahnya, Ustadz Casmito mengajak seluruh jemaah untuk memperkuat ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya demi meraih ridha-Nya.
Dalam uraiannya, ia menekankan keutamaan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai sosok makhluk yang paling dicintai Allah SWT. Keistimewaan Rasulullah, lanjutnya, begitu agung hingga melimpahkan keutamaan bagi umatnya sebagai Khairu Ummah (umat terbaik).
"Penciptaan alam semesta ini tidak lepas dari keberadaan Rasulullah SAW yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil 'alamin)," ujar Ustadz Casmito di hadapan ratusan jemaah shalat Jumat.
Ustadz Casmito juga menjelaskan besarnya kedudukan Rasulullah lewat riwayat Nabi Adam AS yang memohon ampunan Allah SWT dengan bertawasul melalui nama Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, ia mengimbau jemaah untuk senantiasa mengawali dan mengakhiri setiap doa dengan bacaan selawat. "Mengagungkan selawat menjadi salah satu jalan agar doa-doa kita lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT," tambahnya.
Menjelaskan kemuliaan sifat Nabi, Ustadz Casmito mengutip Al-Qur'an surat Al-Qalam ayat 4 serta riwayat Sayyidah Aisyah RA yang menyebutkan bahwa, "akhlak Rasulullah adalah cerminan Al-Qur'an". Merujuk pada penjelasan Syekh Hasan Basri, ia merincikan tiga wujud utama akhlak mulia yang patut diterapkan masyarakat sehari-hari ;
-Busrul Wajhi / Basthul Wajhi (atau Thalaqatul Wajhi), Menampilkan wajah yang berseri-seri, murah senyum, dan bersikap ramah saat bertemu dengan sesama.
-Badzlul Nada, Gemar memberikan kebaikan kepada orang lain, baik berupa bantuan tenaga, pikiran, ilmu, kedudukan, maupun harta benda.
-Kafful Adza, Menahan diri agar tidak menyakiti atau mengganggu orang lain, baik melalui lisan (ucapan) maupun perbuatan.
Khotbah Jumat di Masjid Al-Barokah tersebut diakhiri dengan doa bersama agar seluruh jemaah senantiasa diberi kemudahan dan petunjuk oleh Allah SWT untuk meneladani sifat-sifat terpuji Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment