Soroti Dinamika Muktamar, PBNU Diminta Fokus Jalankan Fungsi Administratif dan Pelayanan Warga
PEMALANG — Dinamika internal menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kerap memicu keramaian dan spekulasi publik. Menanggapi hal tersebut, Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal dengan Kyai Muwafiq atau Gus Muwafiq, menyampaikan bahwa, proses muktamar dinilai seharusnya mengedepankan transparansi dan kegembiraan, ketimbang dilakukan secara tertutup atau menggunakan wacana-wacana luar biasa.
Dalam sebuah diskusi, disampaikan bahwa muktamar pada dasarnya adalah pesta warga Nahdliyin. Segala bentuk perbedaan pendapat atau dinamika pemilihan ketua idealnya diselesaikan secara terbuka sebelum pelaksanaan muktamar, bukan melalui mekanisme yang membingungkan masyarakat.
Gus Muwafiq juga menyatakan, bagi warga NU di tingkat akar rumput, ajang muktamar merupakan momen silaturahmi antar kiai dan ulama. Siapa pun yang terpilih menjadi ketua umum tidak mengurangi esensi ajaran dan tradisi yang selama ini dijalankan oleh warga Nahdliyin. Aktivitas keagamaan seperti tahlilan dan pengajian tetap berjalan tanpa terpengaruh oleh dinamika kepengurusan di tingkat pusat.
Gus Muwafiq juga mengingatkan, secara struktural, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memiliki peran penting sebagai jembatan antara kebutuhan warga dengan regulasi negara. Peran utama organisasi secara administratif meliputi ;
-Penerbitan Surat Keputusan (SK), Mengeluarkan legitimasi resmi bagi pengurus cabang di tingkat kabupaten/kota.
-Fasilitasi Administratif, menjadi dasar hukum bagi pengurus daerah dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah, seperti pengajuan bantuan pembangunan gedung atau lembaga pendidikan Ma'arif.
-Penyambung Regulasi, menghubungkan kebijakan pemerintah pusat agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh warga NU di daerah.
Oleh karena itu, tata kelola organisasi yang transparan dan tertib administrasi dinilai jauh lebih krusial dibandingkan perselisihan versi kepengurusan.
"SK resmi dari PBNU menjadi kunci utama agar fungsi pelayanan organisasi dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia", pungkas Gus Muwafiq.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment