​Mengulas Alur Perjalanan dan Rahasia Karya Ebiet G. Ade di "Bisikan Rhoma"

PEMALANG — Raja Dangdut Rhoma Irama menghadirkan maestro musisi balada Indonesia, Ebiet G. Ade, dalam episode program bincang-bincang Bisikan Rhoma. Perbincangan hangat ini mengungkap berbagai fakta menarik mengenai asal-usul nama panggung, latar belakang pembuatan karya-karya puitis, hingga rahasia di balik sosok legendaris lagu "Camelia".

​Pembukaan & Reuni Kebersamaan di LMKN
​Acara diawali dengan sambutan hangat Rhoma Irama yang menyapa para penonton sekaligus memperkenalkan Ebiet G. Ade sebagai sahabat lama. Keduanya mengenang momen kebersamaan saat bertugas selama kurang lebih 3 tahun di Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk mengurus serta mengawal hak royalti para pencipta lagu dan musisi Indonesia.

​Rahasia dan Asal-usul Nama "Ebiet G. Ade"
​Rhoma melontarkan rasa penasaran publik mengenai nama panggung Ebiet G. Ade yang terbilang unik. Ebiet pun membeberkan kisah di balik namanya, ​Nama Asli, Nama pemberian orang tuanya sebenarnya adalah Abid.
​Asal Panggilan "Ebiet", Berawal dari masa sekolah saat ia mengikuti kursus bahasa Inggris. Pengajar penutur asing (ekspatriat) kesulitan mengucap "Abid" dan melafalkannya menjadi "Ebiet".

​Makna "G. Ade": Huruf G merupakan singkatan dari nama ayahnya, Ghafar (Abu Jafar), sedangkan Ade adalah nama keluarganya.
​Rhoma memuji makna spiritual di balik nama "Abid" yang berarti hamba/ahli ibadah.

​Perjalanan Karier, Dari Sastra dan Puisi ke Dunia Musik
​Saat ditanya mengenai awal kariernya hingga dikenal memiliki karakter suara dan lagu yang khas, Ebiet mengaku bahwa ia sebenarnya "terjerumus" ke dunia musik.

​Bukan Berangkat dari Musik, Ebiet tidak memiliki latar belakang pendidikan musik formal. Masa mudanya lebih banyak dihabiskan bergaul di lingkaran seniman dan penyair di Yogyakarta, seperti kelompok Teater Rendra, Sanggar Bambu, dan komunitas sastra lainnya.

​Menulis Puisi Menjadi Lagu: Berawal dari antusiasmenya terhadap penulisan puisi, ia mencoba mengaransir puisinya sendiri (serta karya sahabatnya seperti MH Ainun Nadjib) menggunakan petikan gitar. Dari keberanian tampil di panggung seniman muda Yogyakarta itulah karya-karyanya mulai diapresiasi.

​Karakter Vokal Asli, Mengenai karakter suara uniknya yang tiada dua, Ebiet menegaskan itu adalah murni anugerah dari Tuhan tanpa rekayasa vokal.

​Pengakuan Jujur Soal Sosok "Camelia"
​Salah satu topik utama perbincangan adalah lagu fenomenal "Camelia" yang juga memiliki judul sama dengan salah satu karya Rhoma Irama.
​Ebiet mengungkapkan bahwa sebenarnya ia menciptakan 7 seri lagu Camelia, namun hanya 4 lagu yang dirilis di rekaman karena ia sengaja menghentikannya.

​Apakah Camelia Nyata? Ebiet menegaskan bahwa sosok Camelia sepenuhnya fiksi dan imajinatif. Menurut pandangannya sebagai pencipta lagu, memuja sosok fiksi memungkinkan gambaran keindahan sosok tersebut tetap sempurna tanpa celah manusiawi.

​Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda (Gen Z & Milenial)
​Di penghujung sesi, Ebiet G. Ade membagikan pesan mendalam untuk generasi muda yang berkarya di era digital, "Kemudahan teknologi saat ini jangan sampai membuat kalian terlena untuk menghasilkan karya yang serba mudah atau instan. Justru di tengah kemudahan alat saat ini, proses kreatif dan kerja keras tetap dibutuhkan agar bisa menciptakan karya seni yang maksimal dan berbobot."

​Rhoma Irama mengaminkan pesan tersebut, mengapresiasi dedikasi Ebiet sebagai seniman puitis sejati, dan mengakhiri perbincangan dengan suasana penuh kehangatan.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati

M. Danu Ginanjar, Hadir Dalam Kontestasi Pilkades Sokawati, Menyamakan Persepsi Dengan Seluruh Warga, Menuju Era Tata Kelola Pemerintahan Mewujudkan Kesejahteraan