Mengenal Psychological Flexibility, Seni Berjuang Maksimal dan Melepaskan Hal di Luar Kendali
PEMALANG - Tidak semua hal yang kita perjuangkan dalam hidup akan berakhir menjadi milik kita. Meski seseorang telah mengerahkan segenap tenaga, waktu, pikiran, hingga perasaan, hasil akhirnya kerap kali tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Dalam tradisi Jawa, dikenal ungkapan "Kridaning Ati Ora Bisa Mbedah Kuthaning Pesthi". Ungkapan ini menggambarkan bahwa sebesar apa pun keinginan dan usaha hati manusia, tetap ada batas terhadap hal-hal yang berada di luar kuasanya.
Prinsip ini bukan bentuk ajaran untuk bersikap pasrah atau berhenti berusaha, melainkan pengingat untuk menyadari batas kemampuan manusia.
Dalam kacamata psikologi modern, konsep ini berkaitan erat dengan psychological flexibility (fleksibilitas psikologis). Kemampuan ini merujuk pada kapasitas seseorang untuk menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan tanpa harus kehilangan arah.
Seseorang yang memiliki fleksibilitas psikologis bukan berarti mudah menyerah. Sebaliknya, ia memiliki kemampuan untuk membedakan kapan harus bertahan, kapan harus mengubah strategi, dan kapan harus berhenti.
Salah satu faktor yang paling menguras energi mental manusia adalah terus memaksakan sesuatu yang berada di luar kendalinya—seperti mengubah orang lain, memperbaiki masa lalu, atau menuntut agar semua usaha selalu berbuah keberhasilan.
Kedewasaan seseorang sering kali tidak hanya diukur dari seberapa keras ia mempertahankan sesuatu, tetapi juga dari keberaniannya untuk menerima kenyataan. Berusaha sekuat tenaga dan memperbaiki apa yang bisa diperbaiki tetap menjadi hal utama. Namun, ketika telah mencapai batas maksimal, seseorang dianjurkan untuk tidak terus menghukum diri sendiri hanya karena hasil yang didapat berbeda dari rencana.
Dalam perjalanan hidup, ada momen di mana tangan harus bekerja keras, dan ada saatnya hati harus belajar melepaskan. Keduanya bukanlah sebuah bentuk kekalahan, melainkan manifestasi dari keberanian: keberanian untuk berjuang dan keberanian untuk melepaskan.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment