Memahami Delay Discounting, Mengapa Kita Sering Tergiur Kenikmatan Sesaat Dibanding Masa Depan
PEMALANG — Bayangkan sebuah pilihan, menerima uang Rp1 juta hari ini atau Rp2 juta minggu depan. Pertanyaan sederhana ini sebenarnya menggambarkan kecenderungan manusia dalam menilai kesenangan hari ini dan konsekuensinya di masa depan.
Dalam bidang psikologi, fenomena ini dikenal sebagai delay discounting, yaitu kecenderungan manusia untuk memberikan nilai yang lebih rendah pada sesuatu hanya karena hasilnya baru bisa dinikmati nanti.
Hal inilah yang sering membuat seseorang tergiur memilih kepuasan instan, meskipun pilihan jangka panjang sebenarnya lebih menguntungkan.
Pesan Bijak Jawa dan Bukti Ilmiah.
Masyarakat Jawa mengenal pitutur bijak "Ngelingana Tembe Mburine", yang secara sederhana berpesan agar seseorang memikirkan dampak atau konsekuensi setelahnya sebelum mengambil keputusan hari ini.
Prinsip psikologis dan pitutur ini didukung oleh data ilmiah. Berdasarkan meta-analisis terhadap 47 penelitian, ditemukan bahwa membayangkan kejadian di masa depan secara konkret dapat mengurangi kecenderungan delay discounting. Ketika seseorang benar-benar membayangkan konsekuensi masa depan secara nyata, keputusan yang diambil hari ini bisa berubah menjadi lebih bijak.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari.
Pola pikir ini dapat diterapkan dalam berbagai situasi krusialFinansial, maka sebelum memutuskan berutang, pikirkan beban cicilannya. Begitu pula saat ingin menghabiskan semua uang hari ini, bayangkan kebutuhan hidup beberapa bulan ke depan.
Karir, Sebelum memutuskan berhenti kerja saat emosi memuncak, pikirkan kelangsungan hidup setelah keputusan tersebut diambil.
Pengambilan Keputusan, Saat sedang marah dan ingin mengambil keputusan besar, bayangkan bagaimana perasaan yang akan muncul setelah emosi tersebut mereda.
Mempertimbangkan masa depan bukan berarti takut dalam mengambil langkah. Keberanian tetap dibutuhkan, namun keberanian yang sehat perlu disertai dengan pandangan ke depan. Sebuah keputusan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk diambil, tetapi akibatnya bisa dirasakan bertahun-tahun.
Sebelum berkata "YA" pada suatu hal hari ini, tanyakan pada diri sendiri, jika memilih ini, bagaimana kehidupan setelahnya nanti? Pikirkan hari ini, bayangkan hari esok, baru ambil keputusan.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment