Literasi Dan Numerasi Itu Tidak Hanya Tanggung Jawab Dari Guru Bahasa Indonesia Dan Guru Matematika, Tetapi Dihadirkan Pada Semua Mata Pelajaran
PEMALANG – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran serta capaian literasi dan numerasi siswa, sejumlah perwakilan guru dari beberapa sekolah menengah pertama (SMP) menghadiri pertemuan pembahasan analisis Rapor Pendidikan dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan tersebut berlangsung di SMP N 2 Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Senin (21/9/2026).
Acara dibuka dengan sambutan hangat dan ucapan selamat datang dari Kepala SMP N 2 Petarukan, Rusnondo. Dalam sambutannya, Rusnondo menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah.Rusnondo juga mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan literasi dan numerasi ini dengan sebaik-baiknya sebagai sarana peningkatan ilmu dan pengetahuan demi kemajuan pendidikan.
Selanjutnya dalam pemaparannya, Nur Zamrudin selaku Fasilitator Daerah (Fasda) terkait Literasi dan Numerasi sekaligus narasumber kegiatan, menyoroti transisi evaluasi pembelajaran. Jika sebelumnya sekolah menggunakan sistem Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) berbasis sampel siswa kelas 8, kini evaluasi berkembang melalui pelaksanaan TKA yang melibatkan seluruh siswa.Hasil dari evaluasi ini menjadi cerminan utama capaian literasi dan numerasi pada Rapor Pendidikan sekolah.
"Hasil literasi dan numerasi ini merupakan cerminan dari pelaksanaan evaluasi sebelumnya. Harapan kita, capaian rapor pendidikan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan," ujar Nur Zamrudin di hadapan para peserta.
Pemaparan Bedah Mitos, Fakta, dan Integrasi Lintas Mata Pelajaran.
-Pada sesi penguatan konsep, Nur Zamrudin membedah berbagai mitos dan fakta seputar literasi dan numerasi berdasarkan Buku Panduan Kemendikbud Tahun 2021 melalui gim interaktif.
Ia menekankan bahwa literasi tidak sebatas membaca dan menulis buku cetak, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis dan mengolah informasi dari pelbagai media. Sementara itu, numerasi ditekankan sebagai penerapan praktis konsep matematika dan penalaran data dalam kehidupan sehari-hari.
Nur Zamrudin menegaskan bahwa penguatan kompetensi dasar ini bukan semata-mata menjadi tanggung jawab guru Bahasa Indonesia dan Matematika saja.
"Literasi dan numerasi itu tidak hanya tanggung jawab dari guru Bahasa Indonesia dan guru Matematika, tetapi dihadirkan pada semua mata pelajaran, khususnya di satuan pendidikan," tegas Nur Zamrudin.
Ia menjelaskan bahwa realisasi peningkatan tersebut dapat diwujudkan melalui penyusunan asesmen formatif maupun sumatif berbasis literasi dan numerasi yang terintegrasi di semua mata pelajaran serta mengarah pada TKA.
Pada sesi analisis data, para peserta diajak mencermati indikator terendah pada Rapor Pendidikan masing-masing sekolah untuk dijadikan prioritas utama perbaikan pada tahun ajaran yang sedang berjalan. Beberapa langkah penguatan yang direkomendasikan meliputi ;
-Pembaharuan dan penyempurnaan metode pembelajaran oleh para guru.
-Penambahan buku-buku referensi penunjang kegiatan literasi dan numerasi.
Meskipun analisis data dilakukan secara berkelompok antar-sekolah, peserta mendapatkan arahan teknis untuk mengunggah hasil kerja secara individu melalui akun Orbit masing-masing.
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari SMP Negeri 1 Comal, SMP Negeri 5 Ulujami, SMP Negeri 5 Comal, serta SMP Negeri 2 Petarokan ini ditutup dengan apresiasi dan tepuk tangan meriah atas pemaparan hasil analisis yang telah disajikan.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment