Jamaah Ikuti Ta'lim Ba'da Subuh Di Masjid Albarokah Losari Mendalami Makna, "Sadarlah...!, Hakikat Manusia"

PEMALANG — Jamaah Masjid Albarokah, Dukuh Plondongan, Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Pemalang, mengikuti kegiatan kajian rutin ta'lim ba'da Subuh pada Minggu pagi (6/9/2026). Kajian tersebut disampaikan oleh penceramah Ustadz Zahid Shuhufi yang membawakan materi mendalam mengenai hakikat dan sifat-sifat dasar manusia berdasarkan sudut pandang Al-Qur'an.

​Dalam pemaparannya, Ustadz Zahid Shuhufi menjelaskan berbagai istilah penamaan manusia yang termaktub di dalam Al-Qur'an beserta makna bahasa yang terkandung di dalamnya ;
-​Sifat Pelupa (An-Nas), Penamaan manusia dari kata an-nas memiliki akar kata nasiya-yansa (nisyan) yang bermakna lupa, menandakan bahwa manusia secara alamiah memiliki sifat pelupa.
-​Makna Al-Insan, Istilah insan berasal dari kata anisa-yainasu atau anis, yang mengandung arti kasih sayang namun juga merujuk pada kelemahan dan kesalahannya.
-​Sebutan Bani Adam, Panggilan Ya Bani Adam (wahai anak cucu Adam) mengingatkan bahwa manusia tidak memiliki daya atau kebanggaan tanpa garis keturunan dari Nabi Adam AS.

​Ustadz Zahid juga menekankan bahwa tidak ada alasan bagi manusia untuk bersikap sombong di muka bumi. Gelar serta jabatan keduniaan hanyalah bersifat sementara dan tidak ada yang patut dibanggakan.

​"Gelar manusia hanyalah sebentar. Panggilan gelar 'hamba' ('abd) di dalam Al-Qur'an sangatlah istimewa dan hanya disematkan kepada para nabi pilihan, seperti Nabi Ayub AS karena kesabarannya, serta Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj (Subhanalladzi asra bi'abdihi).

Kita sebagai manusia biasa jangan terburu-buru merasa bangga sebelum mendapat pengakuan sebagai hamba di sisi Allah," tegasnya.

​Lebih lanjut, penceramah mengutip beberapa ayat Al-Qur'an yang menegaskan kedudukan manusia dihadapan Sang Pencipta ;
-​Surah Fatir ayat 15, Allah berfirman (Ya ayyuhannas antumul fuqara'u ilallah) yang menegaskan bahwa seluruh manusia adalah zat yang fakir dan butuh kepada Allah SWT.
-​Surah Al-Ahzab ayat 72, Disebutkan bahwa manusia memiliki karakter zhaluman jahula (sangat zalim dan bodoh) karena bersedia memikul amanah Al-Qur'an yang sebelumnya ditolak oleh langit dan bumi.
-​Pelajaran dari Firaun, Menjadi pengingat bahwa sepuncak-puncaknya jabatan manusia—seperti Firaun—selalu dijadikan perumpamaan yang buruk dalam Al-Qur'an (seperti dalam Surah At-Tahrim) agar manusia tidak mengagungkan kekuasaan.

​Kajian yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan pesan kebersamaan dan rasa syukur. Ustadz Zahid mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa mengikis sifat sombong, menyadari kekeringan dan fakirnya diri di hadapan Allah, serta terus melazimkan hadir dalam majelis ilmu dalam keadaan sehat walafiat.

(Eko B Art). 

Comments

Popular posts from this blog

​HUT IGTKI ke-76 Kabupaten Pemalang Meneguhkan Komitmen Guru Sejahtera dan Pendidikan Berkualitas Menuju Wajib Belajar 13 Tahun

​Gagas Visi "Sinau Seduluran", Eko Budiarto Ajak Warga Losari Membangun Desa dengan Hati

M. Danu Ginanjar, Hadir Dalam Kontestasi Pilkades Sokawati, Menyamakan Persepsi Dengan Seluruh Warga, Menuju Era Tata Kelola Pemerintahan Mewujudkan Kesejahteraan