Inisiatif Revitalisasi Berbasis Swadaya dan Arah Fungsi Strategis Fasilitas Publik Lapangan Jati Diri Comal
PEMALANG - Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan publik dan partisipasi massa sering kali menjadi indikator awal dari efektivitas program pembangunan berbasis komunitas (community-based development). Pada perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, momentum keterlibatan publik ditandai dengan pendistribusian doorprize oleh Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, bersama Camat Comal, Maksum, kepada peserta senam massa.
Interaksi ini menegaskan pentingnya pendekatan inklusif untuk memperkuat preferensi masyarakat terhadap pemanfaatan fasilitas olahraga umum. Dalam kerangka pengelolaan lingkungan publik, efektivitas revitalisasi fasilitas fisik harus diselaraskan dengan tata kelola kebersihan dan edukasi keperilakuan (behavioral education).
Camat Comal menekankan bahwa transformasi kawasan olahraga menjadi pusat kegiatan yang ramai menuntut tanggung jawab sosial dari seluruh pemangku kepentingan—termasuk pengunjung dan pelaku usaha mikro—terhadap pengelolaan sampah demi menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Secara bertahap, pengembangan Stadion Jati Diri diproyeksikan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat pilar utama ;
-Swadaya dan Gotong Royong Masyarakat, Sebagai landasan kemandirian lokal.
-Kemitraan Komunitas dan Sektor Swasta, Untuk dukungan sumber daya berkelanjutan.
-Sinergi Pemerintah Daerah, Sebagai regulator dan penyedia bantuan fasilitas mendasar.
-Diversifikasi Fasilitas, Rencana penambahan sarana jogging track, lapangan voli, sepak takraw, area kebugaran, hingga sistem pencahayaan dan penghijauan.
"Langkah integratif ini bertujuan mentransformasi stadion dari sarana tunggal (single-purpose) menjadi pusat kegiatan olahraga (sport center) tingkat kecamatan yang multisektor dan mudah diakses", ucap Maksum.
Model pembangunan partisipatif ini juga tefleksikan dalam momentum Haornas ke-43 di Comal, yang untuk pertama kalinya mengonsolidasikan lebih dari 500 pemangku kepentingan—terdiri atas unsur pemerintah, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha—dalam satu platform kegiatan bersama.
Dari perspektif kebijakan publik, Pemkab Pemalang merespons komitmen swadaya masyarakat tersebut dengan rencana intervensi infrastruktur. Pada tahun anggaran berjalan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan fasilitas jogging track melingkar, dengan target optimalisasi fungsi kawasan sebagai sarana olahraga representatif pada awal tahun 2027.
Intervensi pemerintah ini melengkapi fondasi awal yang telah dibangun masyarakat. Stadion Jati Diri Comal, yang sebelumnya mengalami penurunan kualitas fungsi (underutilized), kini mengalami peningkatan kualitas sarana secara signifikan secara swadaya, dukungan penuh yang disampaikan Plt. Bupati Nurkholes dalam agenda senam bersama pada Rabu (9/9/2026) menegaskan bahwa kemitraan antara insiatif lokal dan respons pemerintah merupakan formula efektif dalam akselerasi pembangunan infrastruktur sosial di daerah.
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment