​Konsolidasi Kebudayaan Lokal melalui Pentas Seni Karawitan di Kabupaten Pemalang

PEMALANG - ​Pemerintah Kabupaten Pemalang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat identitas kultural daerah melalui penyelenggaraan rutin Pentas Seni Karawitan setiap Malam Selasa Kliwon, dalam acara Pentas Seni Karawitan Malam Selasa Kliwon di Pendopo Kabupaten Pemalang. Senin (6/7/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Pemalang ini berfungsi sebagai ruang apresiasi bagi seniman lokal serta media strategis dalam mitigasi pergeseran nilai budaya akibat arus globalisasi.


​Perspektif Kebijakan dan Pembangunan Karakter
​Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembangunan berbasis karakter dan nilai-nilai kebudayaan. Menurutnya, keberlangsungan nilai-nilai kebersamaan dan identitas komunal memiliki persistensi yang lebih tinggi dibandingkan pembangunan infrastruktur fisik. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya keterlibatan generasi muda, dianggap sebagai prasyarat mutlak dalam menjaga eksistensi warisan budaya daerah agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.


​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Fera Djoko Susanto, menjabarkan tiga tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini:
-​Resistensi Budaya: Memperkuat fondasi budaya lokal dalam menghadapi penetrasi budaya global.
-​Preservasi Tradisi: Menjamin keberlangsungan seni tradisional agar tetap dikenal oleh generasi penerus.
-​Ruang Kreativitas: Menyediakan panggung bagi seniman daerah untuk menampilkan karya dan melakukan regenerasi talenta seni.
-​Manifestasi Budaya: Tari "Glagah Arum".



​Sebagai bagian dari rangkaian acara, Sanggar Sekar Muhawa dari SMK Muhammadiyah Watukumpul mempersembahkan Tari “Glagah Arum”. Pertunjukan ini tidak sekadar menjadi hiburan estetis, melainkan sebuah narasi etnografis mengenai kehidupan masyarakat Desa Majalangu. 


​Tarian ini merepresentasikan filosofi hidup masyarakat setempat yang berbasis pada pemanfaatan tanaman glagah sebagai sumber ekonomi melalui kerajinan sapu. Secara koreografis, Tari Glagah Arum menyimbolkan tiga nilai fundamental:
-​Etos Kerja: Representasi dari aktivitas pengrajin lokal.
-​Solidaritas Sosial: Cerminan pertumbuhan glagah yang membentuk rumpun, melambangkan kebersamaan.
-​Spiritualitas: Ekspresi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.


​Dengan demikian, Tari Glagah Arum berfungsi sebagai artefak budaya yang mengartikulasikan keterikatan masyarakat dengan akar tradisinya, sekaligus menjadi instrumen edukasi bagi generasi muda untuk senantiasa menghargai asal-usul kearifan lokal.

Kegiatan yang turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang ini disiarkan secara langsung untuk memperluas jangkauan akses apresiasi seni bagi masyarakat luas.

(Eko B Art).

Comments