Ketakutan Adalah Fungsi Mental Yang Muncul Saat Kesadaran Kita Tidak Berdaya Dan Pikiran Mengambil Alih Kendali
PEMALANG - Leluhur Jawa mengajarkan: "Eling lan waspodo." Eling adalah dimensi pikiran yang sadar, sedangkan waspada adalah dimensi perasaan yang terjaga.
Pikiran dan perasaan adalah dua alat yang diberikan Tuhan agar kita bisa menjadi kreator atas kehidupan kita sendiri. Apa yang kita panen hari ini bergantung pada tingkat keinsyafan pikiran dan kewaspadaan perasaan kita.
Mari kita Membasmi Ketakutan dengan Keberanian.
Ketakutan adalah fraksi mental yang muncul saat kesadaran kita tidak berdaya dan pikiran mengambil alih kendali.
-Mau berdagang, takut rugi—akhirnya tidak maju-maju.
-Mau kuliah, takut tidak lulus—akhirnya tidak berjalan.
-Ujung dari segala ketakutan adalah takut mati, padahal kematian adalah sebuah kepastian.
Ingatlah: Orang yang belum menemukan rahasia kematian, tidak akan pernah menemukan rahasia kehidupan. Karena hidup takut dan mati pun takut, akhirnya banyak manusia yang hidupnya "setengah mati" dan tidak jelas apa yang dicari.
Ketakutan itu selalu berbicara tentang masa depan, padahal masa depan itu belum ada. Apa yang ditakutkan oleh pikiran sering kali jauh melampaui kenyataan yang sebenarnya. Belum pergi sudah takut macet, belum mencoba sudah takut gagal. Akhirnya, manusia terjebak mengulang-ulang penderitaan yang sama dan menciptakan "Neraka-NYA" sendiri setiap hari.
Menurut penelitian kesadaran oleh David Hawkins, ketakutan berada pada tingkat energi dan kesadaran yang sangat rendah (di bawah nilai algoritma 200).
Di bawah nilai ini, manusia beroperasi dengan otak reptil (reptilian brain) yang hanya fokus untuk bertahan hidup (survive), sehingga sulit membawa manfaat bagi kehidupan. Kita harus menaikkan level kesadaran kita minimal ke angka 200, yaitu Keberanian (Courage). Di atas angka itulah kita baru bisa mulai mempelajari kebijaksanaan (wisdom).
Jadi, mari kita renungkan bersama: Lebih berbahaya mana, virus atau takut pada virus? Gagal atau takut gagal? Sakit atau takut sakit?
Tidak ada yang perlu ditakuti dalam hidup ini. Justru, yang harus kita waspadai dan takuti adalah rasa takut itu sendiri. Ketika kita memelihara ketakutan, kita sedang memberi nutrisi bagi munculnya berbagai penyakit fisik dan mental.
Maka "Jangan biarkan hidup kita dikendalikan oleh ilusi-ilusi ketakutan yang menutup pintu kebahagiaan dan kejernihan berpikir kita".
(Eko B Art).
Comments
Post a Comment