Tunduk Dan Patuh Atas Segala Kuasa Yang Berjalan Karena KehendakNYA

PEMALANG - Ini tentang mempersaksikan kebesaran Allah Swt, baik disaat senang maupun susah, karena sejatinya dalam kondisi apapun, Allah Swt tetaplah Dzat yang bisa kita rasakan keberadaannya ketika kita berada di empat mata angin manapun di bumi ini.

Maka sudah semestinya kita tundukan diri kita sebagai bentuk penghambaan atas pengakuan diri dari kekuasaan Allah Swt. Dengan demikian maka gugurlah semua dosa atas prestasi ego diri yang senantiasa menghinggapi bathin atas ke-AKU-an dalam kehidupan ini.
Bila pengalaman bathin ini sanggup mencatat dan mampu mengingat baik dan buruk dalam hidup, itulah esensi yang nyata dari pemahaman nilai nilai perjalanan menuju kematian.

Sekalipun dalam perjalanan itu, kadang kita bisa menyamakan persepsi dengan nilai nilai kebenaran, tapi adakalanya kita juga alpha dan justru menuruti ego dan hingga akhirnya kita ternyata terjebak terjerembab dan berpihak pada kesalahan.

Dari dua sisi itulah, sehingga kita sejenak harus adil dalam memilah serta memilih untuk menjalani dan mengambil keputusan pada kehidupan yang berorientasi pada kepatuhan dari norma norma kehidupan agar kelak bisa bermanfaat untuk diri dan orang lain.

Pada fase ini kita belum berhenti, justru perlu ada "Pendalaman Diri Lebih Dekat Untuk Berpikir Lebih Realistis, Melihat Dengan Dengan Lebih Dekat, Mendengar Dengan Lebih Jeli, Menghirup Dengan Lebih Seksama, Memilih Kalimat Yang Lebih Tepat, Menggenggam Dengan Yakin, Bertumpu Pada Yang Lebih Kuat, Hingga Menapak Dengan Lebih Hati Hati", karena semua itu adalah cara dan formula dalam mengidentifikasi diri bahwa kita adalah hamba Allah Swt yang tunduk dan patuh atas segala kuasa yang berjalan Karena kehendakNYA.

Bila kesemuanya telah dilampaui, semoga kita bisa menghaturkan sallam dengan penuh rasa hormat serta meneguhkan ke-ESA-an Allah Swt, dan berharap kemurahan dan mendapatkan Ridho dan Keselamatan Dunia dan Akhirat.

(Eko B Art). 

Comments