Edukasi Kreatif Anak Desa Jurangmangu: Mengubah Limbah Kopi Jadi Sabun Lucu Ramah Lingkungan

  

PEMALANG - Pelaksanaan program kerja sosial kemasyarakatan oleh Shofiana Norlaili, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, berlangsung pada 24 Juli 2025 di Desa Jurangmangu, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Kegiatan bertema "Program Kreatif Edukatif Tentang Pembuatan Sabun Cetak Alami Berbasis Limbah Ampas Kopi yang Ramah Lingkungan" ini menyasar anak-anak desa dengan tujuan mengenalkan pemanfaatan limbah ampas kopi menjadi produk yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan bernilai jual.

Kegiatan berlangsung di salah satu rumah warga yang telah disiapkan sebagai tempat pelatihan sederhana. Anak-anak datang dengan penuh rasa ingin tahu, sebagian bahkan membawa buku catatan untuk menulis hal-hal penting. Shofiana memulai acara dengan memperkenalkan dirinya, lalu menjelaskan secara singkat apa itu ampas kopi dan kenapa limbah ini bisa diolah menjadi sabun. “Ampas kopi ini bukan hanya sampah, tapi bisa jadi sabun yang wangi, aman untuk kulit, dan bagus dipakai sehari-hari,” ujarnya sambil mengangkat segenggam ampas kopi kering.

Ia kemudian menunjukkan beberapa sabun cetak alami yang telah dibuat sebelumnya. Sabun tersebut dicetak dalam berbagai bentuk lucu seperti bintang, hati, bunga, dan daun, yang langsung membuat anak-anak tersenyum kagum. “Kalau kita mau mencoba, hasilnya bisa dijadikan hadiah atau bahkan dijual untuk menambah uang jajan,” tambah Shofiana sambil memberikan sabun ke beberapa anak untuk dicium aromanya.

Dalam penjelasannya, Shofiana menguraikan bahan-bahan yang digunakan, mulai dari minyak nabati, soda api, air, hingga ampas kopi yang sudah dikeringkan. Ia memaparkan setiap tahap pembuatan sabun, dari proses pencampuran bahan, pengadukan, pencetakan, hingga pengeringan. Anak-anak juga diajak memahami bahwa proses ini memerlukan ketelitian agar hasil sabun aman digunakan.

Sabun cetak alami berbasis ampas kopi ini memiliki sejumlah keunggulan, seperti bebas dari bahan kimia berbahaya, memiliki aroma kopi yang menenangkan, serta mengandung scrub alami yang mampu membantu mengangkat sel kulit mati. Selain itu, bentuknya yang unik membuat sabun ini lebih menarik, terutama bagi anak-anak. Manfaat ini menjadi poin penting agar peserta tidak hanya menganggap sabun sebagai barang biasa, tetapi juga sebagai produk kreatif yang punya nilai lebih.

Anak-anak terlihat antusias mendengarkan penjelasan dan memegang contoh sabun yang dibawa Shofiana. Seorang peserta berkata sambil tersenyum, “Lucu bentuknya, kayak mainan, tapi ini buat mandi.” Beberapa anak lainnya bahkan terlihat berdiskusi kecil, membayangkan bentuk sabun apa yang ingin mereka buat jika suatu hari mencoba sendiri di rumah.

Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian lingkungan di kalangan anak-anak Desa Jurangmangu. Shofiana berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak warga, sehingga kesadaran akan pengelolaan limbah dapat tertanam kuat sejak usia dini. “Kalau kita mulai dari sekarang, masa depan lingkungan akan jauh lebih baik,” tutupnya. (Eko B Art). 


Report : Shofiana Norlaili_TRKI_Program Kreatif Edukatif Tentang Pembuatan Sabun cetak alami Berbasis Limbah Ampas Kopi yang Ramah Lingkungan. 


Comments