Celengan Kreatif untuk Masa Depan Cerah

PEMALANG (26 Juli 2025) - Sebagai mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Klareyan, Pemalang, saya Ersa Fadilansah menyadari pentingnya literasi keuangan sejak dini bagi anak-anak dan remaja. Pemahaman tentang pengelolaan uang tidak hanya akan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga membentuk dasar karakter yang bijak dan disiplin dalam mengatur keuangan di masa depan. Berdasarkan pengamatan selama berada di desa, banyak anak yang masih belum memahami konsep menabung secara tepat, seringkali lebih memilih membelanjakan uang saku untuk hal-hal instan tanpa memikirkan manfaat jangka panjang. Hal ini mendorong saya untuk merancang sebuah program kerja sosial masyarakat berupa program edukatif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman dasar tentang pentingnya menabung, sekaligus menggabungkan pendekatan kreatif dan ramah lingkungan.

Desa Klareyan sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, perdagangan kecil, dan usaha mikro. Pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari cenderung sederhana dan spontan. Anak-anak di desa ini terbiasa menerima uang saku dari orang tua tanpa ada arahan mengenai penggunaan yang bijak. Mereka seringkali membeli jajanan atau mainan yang diinginkan saat itu juga, tanpa mempertimbangkan manfaat menabung untuk kebutuhan yang lebih penting di masa depan. Di sisi lain, literasi keuangan yang disampaikan di sekolah masih bersifat teoritis dan jarang menyentuh praktik yang menyenangkan dan aplikatif. Dengan latar tersebut, hadirnya program edukatif ini menjadi sarana yang tepat untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kesadaran finansial sejak dini.
Selain aspek literasi keuangan, program ini juga menekankan nilai kepedulian lingkungan. Sampah plastik di desa masih menjadi masalah karena banyak botol plastik bekas minuman yang dibuang begitu saja. Dengan mengintegrasikan praktik membuat celengan dari botol plastik bekas, anak-anak belajar bahwa barang yang terlihat tidak berguna dapat dimanfaatkan kembali, memberikan nilai baru, dan sekaligus mengurangi sampah. Pendekatan ini membuat program lebih menarik, interaktif, dan memberi pesan ganda tentang pentingnya menabung dan menjaga lingkungan.


Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan literasi keuangan anak dan remaja, menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini, mengembangkan kreativitas dan kepedulian lingkungan, membangun karakter tanggung jawab dan disiplin, serta mendorong keterlibatan masyarakat, terutama orang tua, dalam mendukung kebiasaan menabung anak. Untuk memastikan keberhasilan kegiatan, saya melakukan persiapan matang. Pertama, dilakukan koordinasi dengan Pak Muna selaku Kasi Pelayanan Desa Klareyan sekaligus pemilik TPQ yang berada di dusun 3 untuk memastikan peserta hadir dan kegiatan berjalan tertib. Kedua, materi edukasi disiapkan dengan bahasa sederhana dan metode interaktif, meliputi pengertian kebutuhan versus keinginan, manfaat menabung, cara mengelola uang saku, serta praktik membuat celengan dari botol plastik bekas.

 Selanjutnya, perlengkapan kreatif seperti botol plastik, kertas warna, spidol, gunting, lem, dan cat akrilik disiapkan agar anak-anak dapat berkreasi dengan leluasa.
Pelaksanaan program dilaksanakan di TPQ milik Pak Muna selaku Kasi Pelayanan Desa Klareyan. Anak-anak dan remaja yang hadir tampak antusias sejak awal. Kegiatan diawali dengan . Materi edukasi disampaikan secara interaktif melalui cerita bergambar, permainan sederhana, dan sesi tanya jawab. Anak-anak diajak memahami perbedaan antara kebutuhan, seperti makanan dan alat tulis, dan keinginan, seperti mainan atau jajanan berlebihan. Dengan contoh konkret dari keseharian mereka, konsep ini lebih mudah dipahami.

 Misalnya, uang saku Rp5.000 yang biasanya habis untuk jajanan bisa disisihkan Rp2.000 setiap hari sehingga dalam sebulan bisa terkumpul Rp60.000 yang dapat digunakan untuk hal lebih bermanfaat.
Diskusi tentang manfaat menabung menjadi bagian penting dari kegiatan. Anak-anak berbagi pendapat tentang kegunaan menabung, seperti untuk membeli mainan, jajan di kemudian hari, atau menabung untuk lebaran. Diskusi ini menjadi momen untuk menanamkan pemahaman bahwa menabung bukan hanya menyimpan uang, tetapi melatih kesabaran, perencanaan, dan tanggung jawab. Mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pengalaman pribadi terkait uang saku, sehingga sesi ini terasa hidup dan partisipatif.
Bagian paling menarik dari kegiatan adalah praktik membuat celengan dari botol plastik bekas. Setiap anak membawa dua botol plastic bekas, kemudian diajarkan cara memotong bagian atas untuk membuat lubang, menempelkan hiasan, mewarnai, dan menghias sesuai kreativitas masing-masing. 

Suasana menjadi riuh dengan tawa dan canda ketika anak-anak berlomba menghias celengan mereka. Ada yang menggambar wajah lucu dan menamai celengannya. Praktik ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan nilai penting bahwa barang bekas pun bisa memiliki nilai jika dimanfaatkan dengan baik. Anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mendaur ulang botol plastik menjadi celengan unik.

Selama pelaksanaan program, antusiasme anak-anak terlihat jelas. Banyak yang tidak sabar untuk mengikuti setiap sesi kegiatan, terutama saat sesi praktik membuat celengan dari botol plastik bekas. Keceriaan mereka menjadi energi positif bagi tim KKN dan menunjukkan bahwa pendekatan yang interaktif dan kreatif sangat efektif untuk menarik perhatian anak-anak. Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini, anak-anak juga belajar bekerja sama dalam kelompok, saling membantu satu sama lain, dan menghargai hasil kerja teman-temannya. Beberapa anak bahkan saling bertukar ide tentang desain celengan agar lebih menarik dan unik, menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran finansial, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kemampuan sosial mereka.


Di akhir kegiatan, setiap anak diminta membuat komitmen sederhana untuk mulai menabung sedikit demi sedikit. Beberapa anak tampak sangat bersemangat ingin segera mengisi celengan mereka dengan uang saku. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama, sebagai kenang-kenangan sekaligus bukti bahwa kegiatan ini diterima dengan baik oleh peserta. Dampak positif dari program ini langsung terasa. Anak-anak mulai memahami konsep kebutuhan versus keinginan, menyadari manfaat menabung, dan beberapa sudah mengekspresikan niat untuk mulai menyisihkan uang saku. Kreativitas mereka dalam menghias celengan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik dapat memunculkan rasa percaya diri dan kepedulian terhadap lingkungan. Orang tua yang hadir juga mendukung dengan memberikan motivasi agar anak-anak tetap konsisten menabung di rumah.


Selain aspek kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak mengenai pentingnya perencanaan keuangan sederhana. Mereka diperkenalkan pada konsep menabung secara bertahap, misalnya dengan menentukan target jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya, uang saku harian yang biasanya habis untuk jajanan bisa dibagi menjadi dua bagian: sebagian untuk kebutuhan harian, dan sebagian untuk ditabung. Konsep ini dijelaskan melalui simulasi permainan sederhana, di mana anak-anak diminta menempatkan uang kertas atau koin ke dalam celengan sesuai tujuan yang telah mereka tentukan. Dengan cara ini, mereka tidak hanya memahami teori menabung, tetapi juga merasakan langsung praktik menyisihkan uang, menghitung jumlah tabungan, dan melihat bagaimana uang yang dikumpulkan bisa menjadi lebih banyak dari waktu ke waktu.
Program ini juga menekankan nilai peduli lingkungan. Dengan menggunakan botol plastik bekas sebagai bahan celengan, anak-anak belajar mengurangi sampah plastik sekaligus memanfaatkan barang yang seharusnya dibuang. 

Kegiatan ini memperkenalkan konsep sederhana mengenai daur ulang dan keberlanjutan. Anak-anak menjadi sadar bahwa setiap benda memiliki potensi jika digunakan dengan kreatif. Beberapa anak bahkan bersemangat untuk mencari botol plastik di rumah dan lingkungan sekitar agar dapat membuat lebih banyak celengan. Dengan cara ini, kesadaran lingkungan ditanamkan bersamaan dengan pendidikan finansial, sehingga anak-anak belajar mengelola sumber daya secara bijak dari berbagai aspek.
Selain dampak langsung pada anak-anak, program ini memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang menyenangkan dan relevan, sehingga pesan tentang pentingnya menabung dan peduli lingkungan dapat tersampaikan dengan lebih efektif. Anak-anak yang memahami manfaat menabung diharapkan dapat memengaruhi teman-teman sebaya mereka, bahkan keluarga, sehingga tercipta budaya menabung dan pengelolaan uang yang lebih baik di lingkungan desa. Dampak jangka panjangnya, kebiasaan sederhana ini dapat menjadi fondasi bagi generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Program ini juga memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri secara bebas. Setiap celengan yang dibuat memiliki ciri khas masing-masing, mencerminkan kepribadian dan imajinasi anak. Aktivitas ini menunjukkan bahwa pendidikan finansial tidak harus kaku atau membosankan; melalui kreativitas dan permainan, anak-anak dapat belajar konsep menabung dan pengelolaan uang dengan cara yang menyenangkan. Pengalaman ini menjadi momen penting bagi anak-anak untuk merasa dihargai, didengar, dan mampu menunjukkan kemampuan mereka.
Selain itu, pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi tim KKN. Melalui interaksi dengan anak-anak, kami belajar pentingnya kesabaran, kreativitas, dan kemampuan menyesuaikan metode edukasi agar sesuai dengan karakter peserta. Anak-anak memiliki beragam tingkat pemahaman dan minat, sehingga pendekatan yang fleksibel dan interaktif menjadi kunci keberhasilan program. Tim juga belajar bahwa edukasi tidak selalu harus formal; kegiatan yang menyenangkan dan aplikatif dapat menanamkan nilai-nilai penting secara lebih mendalam.
Tentu saja, program ini menghadapi beberapa tantangan. Tidak semua anak memiliki motivasi awal untuk menabung, karena mereka terbiasa menggunakan uang saku untuk kebutuhan instan. Selain itu, keterbatasan jumlah botol plastik yang bisa digunakan menjadi hambatan awal. Tantangan lain adalah menjaga konsistensi anak-anak dalam menabung setelah kegiatan selesai, karena tanpa pengawasan, semangat mereka bisa menurun. Namun, tantangan ini menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa di masa mendatang bisa lebih efektif, misalnya dengan melibatkan guru atau orang tua secara lebih aktif dalam memantau perkembangan kebiasaan menabung.
Secara keseluruhan, program edukatif ini terbukti memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak dan remaja. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar tentang literasi keuangan, tetapi juga keterampilan praktis dalam membuat celengan dari barang bekas. Program ini menjadi langkah kecil namun penting dalam menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi juga membentuk karakter disiplin, sabar, dan bertanggung jawab. Sementara itu, memanfaatkan barang bekas untuk celengan menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, sehingga anak-anak belajar untuk hidup lebih bijak, baik dari sisi finansial maupun ekologi.
Program ini juga menjadi sarana bagi perangkat desa untuk memahami lebih jauh pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Mereka melihat langsung bagaimana anak-anak belajar mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menabung secara rutin. Pengalaman ini membuka kesadaran bahwa pendidikan finansial sejak dini tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi desa. Perangkat desa mulai menyadari bahwa dukungan mereka—mulai dari memberikan motivasi, menyediakan fasilitas, hingga mendorong guru untuk ikut memantau—memiliki pengaruh besar dalam menumbuhkan budaya menabung dan tanggung jawab di masyarakat.
Melalui program ini, saya menyadari bahwa keberhasilan edukasi bukan hanya diukur dari perubahan anak-anak, tetapi juga dari sejauh mana lingkungan pendukung, termasuk perangkat desa, ikut merasakan manfaat dan termotivasi untuk terus mendukung inisiatif positif di masa depan.
Pengalaman ini juga menjadi pembelajaran berharga bagi saya sebagai mahasiswa KKN. Saya menyadari bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Edukasi tentang menabung mungkin tampak kecil, tetapi jika terus dilakukan, akan membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam mengelola keuangan, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui program ini, anak-anak di Desa Klareyan diberikan kesempatan untuk belajar sambil bermain, belajar sambil berkreasi, dan belajar sambil menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab pribadi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dapat dikombinasikan dengan pendekatan kreatif dan ramah lingkungan sehingga anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta dan dukungan dari masyarakat setempat, program ini menegaskan pentingnya pemberian edukasi keuangan sejak dini. Anak-anak belajar bahwa menabung bukan hanya soal uang, tetapi juga soal merencanakan masa depan, menghargai apa yang dimiliki, dan mengelola sumber daya dengan bijak. Celengan yang mereka buat sendiri menjadi simbol komitmen mereka dalam menabung, sekaligus pengingat bahwa setiap langkah kecil dapat membawa perubahan positif. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan orang tua dalam mendukung kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan keuangan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau mahasiswa KKN, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Secara keseluruhan, pengalaman melaksanakan program edukatif menabung sejak dini di Desa Klareyan membuktikan bahwa metode interaktif, kreatif, dan ramah lingkungan efektif dalam menanamkan kebiasaan baik pada anak-anak dan remaja. Program ini memberikan fondasi yang kuat bagi mereka untuk menjadi individu yang bijak, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Lebih jauh lagi, program ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal.
Program ini pula menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Melalui pembelajaran yang menyenangkan, anak-anak Desa Klareyan diajak untuk memahami nilai menabung, mempraktikkan keterampilan kreatif, dan mengembangkan kepedulian lingkungan. Harapannya, pengalaman ini akan terus berlanjut, sehingga generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang bijak, bertanggung jawab, dan peduli terhadap dunia di sekitarnya, serta mampu menghadapi tantangan masa depan dengan kesiapan finansial dan karakter yang baik. Program edukatif ini menjadi salah satu kontribusi nyata dari mahasiswa KKN dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan yang menyenangkan, bermanfaat, dan berdampak positif bagi anak-anak sebagai generasi penerus desa.
Melalui program edukatif ini, saya menyadari bahwa kebiasaan menabung bukan sekadar soal uang, tetapi tentang menanamkan nilai kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian sejak dini. Melihat senyum antusias anak-anak, kreativitas mereka dalam menghias celengan, serta dukungan hangat dari guru dan perangkat desa, saya merasa program ini telah menumbuhkan benih perubahan yang indah dan berkelanjutan. Setiap celengan yang mereka buat menjadi simbol kecil dari harapan besar: generasi yang lebih bijak, disiplin, dan peduli terhadap lingkungannya. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana, dan kebahagiaan sejati lahir ketika kita melihat orang lain belajar, berkembang, dan tersenyum karena hal yang kita lakukan. Program ini bukan sekadar kegiatan KKN; ia adalah cerita tentang bagaimana kepedulian, kreativitas, dan kerja sama mampu menumbuhkan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Desa Klareyan, serta meninggalkan kenangan manis yang tak akan terlupakan bagi saya sebagai mahasiswa yang berkesempatan menjadi bagian dari perjalanan mereka. (Eko B Art). 

Comments